Wednesday, April 4, 2018

Bagaimana nasib IHSG di minggu ini?


Setelah mengalami koreksi yang cutup dalam selama 2 - 3 minggu belakangan ini akibat imbas dari rontoknya bursa-bursa di Asia karena kekhawatiran investor dunia terhadap kemungkinan berlanjutnya "trade war" antara China dan US sebagai akibat dari penerapan kebijakan Trump terkait tariff terhadap barang-barang dari China. Hari-hari di minggu ini terlihat ada kemungkinan IHSG untuk "berbalik arah", setelah penurunan yang dialami sudah mencapai titik terendahnya.

Bila ditinjau dari indikator MACD IHSG masih berada dalam teritory bearish tetapi dari indikator RSI terlihat kondisi dari IHSG sudah cucu "murah" sehingga tinggal mengharap adanya berita baik untuk indeks dapat bergerak naik kembali.



Bila indeks bisa menembus resistance (R1) nya di level 6302.78 maka besar kemungkinan indeks akan melaju untuk menembus resistance berikutnya (R2) di seputar level 6370.27 dan R3 nya di level 6437.75, tetapi bilamana sebaliknya yang terjadi maka IHSG dapat jatuh menembus garis support (S1) nya di level 6206.70.

Kemungkinan IHSG untuk rebound terlihat cukup besar mengingat banyak saham-saham unggulan di bursa dari berbagai sektor yang valuasinya sudah cukup murah akibat koreksi tajam beberapa minggu belakangan ini. (IHW)

Friday, March 16, 2018

IHSG masih mengalami koreksi

                     
   Pada penutupan hari ini, IHSG ditutup kembali pada zona merah karena koreksi yang masih terus berlangsung sejak beberapa hari belakangan.

Kelihatannya sentimen negatip yang melanda pasar luar negeri, terutama Wall Street, mempengaruhi kinerja dari pada IHSG. Polemik di US, yang diakibatkan karena kebijakan-kebijakan perdagangan international nya Trump mendatangkan banyak perdebatan. Masalahnya, sebagai negara adidaya maka setiap kebijakan international US akan berimbas pada negara-negara rekanan dagang US di seluruh dunia, termasuk diantaranya adalah Indonesia.

Hari ini harga penutupan IHSG adalah di 6304.95, bila minggu depan IHSG tembus support nya di 6225.61 maka kemungkinan IHSG akan terjun ke support ke-2 nya di 5954.55. Tetapi bila minggu depan ada angin segar di pasar, kemungkinan IHSG akan memantul dan akan menguji resistance nya di 6319.48 bila level itu bisa ditembus maka resistance ke 2 ada di 6418.28. (IHW)


Friday, March 9, 2018

Ada apa dengan ADRO?

Ada apa dengan ADRO? Dalam 2 bulan terakhir saham ADRO banyak dikumpulkan oleh investor asing. Pengumpulan saham ADRO oleh investor using berlangsung konstan dan konsistens. Kondisi ini masih berlangsung sampai awal minggu ini, tetapi di hari Selasa yang lalu tanpa diketahui sebab pastinya tiba2x saja investor asing ramai menjual saham ADRO di pasar. Total penjualan yang terjadi menurut seorang analis di sebuah perusahaan sekuritas di Jakarta adalah yang terbesar selama 5 tahun terakhir. 

Yang jadi perhatian adalah setelah investor asing "bersusah payah" mengumpulkan saham ADRO selama beberapa bulan belakangan, tiba2x saja di awal minggu ini mereka menjual saham ADRO dibawah harga beli normalnya. Jelas ini adalah penjualan yang tidak wajar, karena dijual dalam posisi merugi. 




Belum ada penjelasan mengenai masalah penjualan besar2x an saham ADRO beberapa hari belakangan ini, biasanya akibat dari rumor2x di yang beredar di pasar.

Bila dilihat secara teknikal, disarankan untuk tidak beli dahulu sampai ada rebound yang biasanya akan mengikuti setelah ada kejatuhan harga yang cukup tajam. Tetapi tetap disarankan untuk berhati-hati dan lakukan trading untuk short period saja. (IHW)

Thursday, March 1, 2018

Pidato Powell menaikkan setimen positip USD



Pidato ketua The Fed yang baru J. Powell, bernada optimis terhadap masa depan perekonomian di US. Beliau mengindikasikan bahwa ada kemungkinan The Fed akan menaikkan suku bunganya hingga 4x secara bertahap di tahun 2018 ini.

Akibat penilaian yang optimis ,US dollar Index menguat selama beberapa hari belakangan ini. US dollar juga memperlihatkan kecenderungan menguat terhadap mata uang utama lainnya.

Bila dilihat dari analisa teknikal nya maka kemungkinan US dollar Index untuk menguat masih terbuka lebar. R1 = 90.73, R2 = 91.12 sedang S1 = 89.82, S2 = 88.34. (IHW)

Monday, February 26, 2018

S&P menantikan The Fed


S&P 500 yang merupakan salah satu indikator pasar saham di US dalam beberapa hari belakangan memperlihatkan perbaikan harga setelah sempat mengalami koreksi yang cukup dalam selama beberapa hari. Kemerosotan harga saham di US yang menjadi indikator utama pasar keuangan di dunia sempat membuat kepanikan di kalangan investor global, banyak dari mereka yang menarik dananya dari pasar. Akibatnya jatuhnya harga S&P 500 banyak bursa regional (termasuk di bursa efek Indonesia) juga mengalami aksi jual yang cukup signifikan.

Hari ini banyak investor menantikan pidato dari ketua The Fed yang baru Jerome H. Powell. Pada pidato di acara pengukuhannya sebagai ketua The Fed yang baru pada hari Selasa (6/2/2018) yang lalu, Powell memberikan tanggapan positip tentang perekonomian US saat ini, " Saat ini tingkat pengangguran rendah, ekonomi bertumbuh, dan inflasi rendah" ujarnya (Kompas 6/2/2018). Masalahnya pada saat Powell dilantik dan membacakan pidatonya, S&P 500 justru anjlok sampai sekitar 6% an.

Mengacu pada pidato Powell yang menyatakan rendahnya pengganguran yang berarti daya beli masyarakat semakin kuat karena jumlah uang beredar semakin besar di pasar, bisa diprediksi bahwa The Fed akan fokus pada upaya peningkatan suku bunga. Dengan tujuan untuk mengendalikan pergerakan inflasi ke depannya.

Powell diharapkan akan memberikan pidatonya di hari Selasa dan Kamis, minggu ini. Pidato ini akan sangat penting bagi para investor karena akan menentukan kemana arah pasar keuangan di US pada era Powell. Sekali lagi dampak yang akan terjadi di pasar saham US juga akan berimbas pada pasar saham di  negara-negara yang lain.

Bila dilihat dari technical analysis nya, S&P 500 masih memperlihatkan kemungkinan untuk membaik. Bila pidato Powell ditanggapi positip oleh para investor, maka S&P 500 bisa "terbang" kembali menembus R1 nya di 2747.00 bahkan bisa mencapai R2 nya di 2800.00, kalau R2 ditembus dengan volume besar maka target berikut adalah R3 di 2866.23

Tapi bila respon investor kurang mendukung, maka S1 ada di 2699.00 dan S2 berkisar di angka 2659.23

Mari kita dengarkan baik-baik pidatonya Powell. (IHW)

Tuesday, February 20, 2018

Yen semakin perkasa terhadap Dollar



Yen terlihat semakin perkasa terhadap USD ..... sampai-sampai bank sentral Jepang, BoJ (Bank of Japan) harus melakukan intervensi agar penguatan Yen dapat dikendalikan. Karena penguatan yang terlalu cepat dalam range yang besar akan mempengaruhi kestabilan moneter Jepang.

Penguatan Yen terhadap USD sangat berarti bagi Jepang, dikarenakan program 5 tahunan penyehatan ekonomi Jepang sangat ditopang oleh export negara matahari terbit tersebut. Jepang saat ini membutuhkan Yen relatif lemah terhadap USD supaya export meningkat, karena harga jual produk Jepang menjadi lebih murah dan dapat bersaing dengan produk dari negara lain terutama dari US. Karena US adalah mitra dagang terbesar Jepang sampai dengan saat ini.

Meskipun demikian harus diingat intervensi dari BOJ hanya akan berpengaruh dalam jangka pendek. Untuk jangka panjang, pemerintah Jepang harus mengambil kebijakan-kebijakan fundamental untuk menghindarkan Jepang dari krisis ekonomi berkelanjutan sebagai akibat dari Yen yang menguat drastis.

Bila dilihat dari analisa teknikal nya, baik indikator Moving Average maupun MACD memperlihatkan kecenderungan USD bearish terhadap Yen. RSI menunjukkan USD/Yen sudah berada pada area di sekitar oversold nya.

Setelah mengalami koreksi yang sangat tajam selama beberapa hari belakangan ini dan sampan swing, maka target price selanjutnya ada di 106.00. (IHW)

Thursday, February 15, 2018

BBRI masih dibawah harga intrinsik nya


Angin segar kelihatannya masih akan menerpa Bursa Efek Indonesia di awal tahun 2018 ini, hal ini dikarenakan banyak investor melihat pertumbuhan ekonomi dalam negeri cukup stabil, dunia bisnis pun memperlihatkan banyak perbaikan. Banyak perusahaan-perusahaan yang listing di BEI memperlihatkan kinerja yang cukup baik sehingga mampu membukukan hasil yang diharapkan oleh para investor.

Saham-saham dari sektor perbankan masih menarik untuk dikoleksi, pertumbuhan ekonomi akan berdampak pada pertumbuhan laba dari emiten-emiten di sektor perbankan, mengingat bahwa pendapatan utama dari sektor perbankan adalah dari suku bunga baik suku bunga simpanan maupun suku bunga pinjaman. Dengan banyaknya proyek-proyek yang dianggarkan dengan sendirinya akan meningkatkan pertumbuhan pendapatan bunga dari sektor perbankan melalui kredit yang disalurkan.

Beberapa bank milik pemerintah masih cukup menarik untuk dikoleksi, salah satunya adalah Bank Rakyat Indonesia (BBRI).

Secara teknikal emiten yang satu ini masih memperlihatkan kecenderungan bullish nya bila dilihat dari chart di atas, meskipun sempat terkoreksi selama beberapa hari belakangan namun momentum untuk naik masih terlihat cukup besar.


Berdasarkan valuasi fundamental harga intrinsik saham BBRI masih undervalued, harga intrinsik saham tersebut adalah di Rp 3,850 sedangkan harga penutupan kemarin ada di harga Rp 3,840. Target price 1 = Rp 3,850 sedang target price 2 = Rp 4,700.

Bagi yang sudah beli BBRI bisa di hold, sedang yang baru mau beli bisa tunggu setelah koreksi selesai dan terjadi swing ke atas lagi. Melihat fundamental dan prospek bisnis nya BBRI bisa disimpan untuk jangka menengah dan panjang. (IHW)


Friday, February 9, 2018

USD sempat menguat terhadap EUR



USD memperlihatkan kecenderungan untuk menguat terhadap EUR beberapa hari terkahir ini meskipun secara umum trend pergerakan EURUSD masih tetap mengarah keatas.

Penguatan nilai tukar USD terhadap EUR disebabkan karena seorang anggota kongres US memberikan pernyataan kemungkinan bahwa The Fed akan menaikkan suku bunga sampai 3x di tahun 2018. Ini membuat uang akan kembali mengalir masuk ke USD, suku bunga yang tinggi akan sangat menarik perhatian para investor asing untuk berinvestasi di Amerika.


Peluang untuk rebound terlihat cukup besar karena indikator RSI sudah berada pada wilayah trading.

Support harga EURUSD adalah di level 1.2196 (S1) dan 1.2024 (S2) sedang target harga yang mungkin dicapai bila koreksi berakhir dan terjadi swing adalah di level 1.2312 (R1) dan 1.2551 (R2). (IHW)

Wednesday, February 7, 2018

Gebrakan Softbank Group Corp di awal 2018

Softbank Group Corp (salah satu perusahaan konglomerat di Jepang), menyatakan akan melepas sebagian dari kepemilikan (sekitar 30%) di anak perusahaannya yaitu Softbank Corp yang bergerak pada bisnis telekomunikasi nirkabel. Rencananya melalui proses IPO (Intial Public Offering) Softbank Group akan mengumpulkan dana sampai sejumlah $18 milyar. Dana itu nantinya akan digunakan untuk membeli perusahaan-perusahaan international berbasis telekomunikasi dan informasi, bila hal itu terlaksana maka Softbank akan menjadi salah satu investor perusahaan teknologi dunia (sumber: Nikkei)

Softbank Group Corp juga diketahui menempatkan banyak dana dalam bentuk saham di perusahaan teknologi raksasa China milik Jack Ma yang listing di US yaitu Ali Baba.

Setelah pengumuman tentang rencana IPO anak perusahaan, harga saham Softbank Group Crop yang sejak beberapa hari yang lalu terkoreksi terlihat mulai menggeliat kembali, indikator MACD memperlihatkan kecenderungan bearish dalam time frame hariannya.



Gebrakan Softbank Group Corp yang lain adalah mengalokasikan dana sebesar $ 93 di Vision Fund untuk berinvestasi pada perusahaan-perusahaan yang berfokus pada pengembangan teknologi masa depan seperti kecerdasan buatan, robotika, teknologi nirkabel, dsb. (IHW)

Monday, February 5, 2018

MEDC koreksi sejenak



 Harga minyak mentah yang masih terus menanjak beberapa minggu belakangan ini terlihat memicu sentimen positip pada perusahaan-perusahaan migas yang listing di IDX, salah satunya yang menjadi perhatian kita saat ini adalah Medco Energi International, Tbk. (MEDC)



Harga saham MEDC terus menanjak bahkan saat ini sudah berada diatas moving average 20,50,100 dan 200 nya. Ini menandakan MEDC dalam posisi bullish untuk jangka panjang. Meskipun indikator MACD dan indikator RSI memperlihatkan kemungkinan koreksi untuk sementara waktu karena beberapa hari yang lulu harga saham MEDC sudah mencapai area Overbought nya.

Rally ke atas masih terbuka setelah koreksi minor untuk beberapa hari ke depan mendapat momentum penguatan kembali.


Berdasarkan fibonacci retracement maka koreksi akan terjadi dengan kemungkinan support 1: Rp 1.150 dan support 2: Rp 1.000, sedang target yang mungkin dicapai berdasarkan fibonacci extension adalah di Rp 1.295, Rp 1.375 dan Rp 1.445. (IHW)


Monday, January 29, 2018

Akibat Apple memangkas produksi IPhone X


Harga saham Apple (AAPL) pada pembukaan pasar terlihat melemah karena kabar tentang pemangkasan produksi dari produk Iphone X manjadi sekitar 20 juta unit saja. Pemotongan jumlah produksi itu menimbulkan sentimen negatip bagi para investor yang sedang menantikan keluarnya laporan keuangan perusahaan untuk triwulan I-2018, yang rencananya akan dirilis pada hard Kamis (2/2/2018)

Berdasarkan analisa teknikal support -1 pada level 166.00 dan support-2 ada level 158.00, RSI sudah mendekati area oversold nya, bila laporan keuangan triwulan I sesuai dengan ekspetasi pasar maka peluang rebound cukup besar dengan target harga terdekat di level 172.00 (IHW)

Tuesday, January 23, 2018

ASII mulai bergerak naik


PT.Astra International, tbk (ASII) mulai menunjukkan pergerakan naiknya beberapa hari belakangan ini. Ditunjang dengan sentimen pasar yang terlihat positip ke depan karena keputusan US untuk mengakhiri program shutdown nya yang langsung berdamapak pada membaiknya bursa WallStreet dan juga menguatnya mata uang USD terhadap mata uang lainnya.

Melompatnya indeks WallStreet sudah tentu akan mempengaruhi indeks lain di dunia termasuk JCI . Kenaikan JCI akan memicu naiknya harga-harga saham unggulan yang berkinerja baik selama tahun 2017 yang salu, maka kemungkinan harga saham ASII juga akan meningkat beberapa hari belakangan ini.

Bila dilihat dari analisa teknikal nya maka target harga ASII berikut adalah di Rp 8,600, hal ini bisa dicapai bila penutupan hari ini harga bisa berada di level Rp 8,400 an.

Buy di sekitar Rp 8,350 - Rp 8,375
Cut loss bila harga jatuh ke support 1 di Rp 8,200, karena kalau tembus level dengan volume besar harga akan kembali mengulangi jatuh ke Rp 8,100

Tetapi indikator RSI masih memperlihatkan peluang untuk tetap naik karena masih di arena trending nya. (IHW)

Monday, January 22, 2018

Contract for Difference

CFD (Contract for Difference) adalah salad satu instrument derivative di pasar keuangan yang cukup popular beberapa waktu belakangan ini.

CFD sendiri adalah instrument derivative yang dapat digunakan untuk melakukan trading berbagai macam asset di pasar keuangan spt saham, obligasi, komoditas, indeks, dsb. Trader dapat menempatkan posisi Long (beli) pada CFD bila dia memiliki keyakinan bahwa harga dari asset yang menjadi acuan dari CFD yang dibelinya memiliki kecenderungan akan menguat, sebaliknya seorang trader dapat mengambil posisi Short (jual) bila dia melihat kemungkinan harga dari asset yang menjadi acuan untuk CFD yang dipilihnya akan turun.

Jadi seorang CFD trader akan dapat mengambil profit baik pada saat harga sedang naik ataupun turun. Karakteristik ini yang menjadikan CFD popular.

Tetapi perlu diingat juga CFD bersifat kontrak derivative dari asset yang dijadikan acuan. Berarti pada saat anda memutuskan untuk membeli CFD, anda haya membeli kontrak dari asset yang bersangkutan mis: saham, obligasi, indeks, dsb. Anda tidak memiliki hak kepemilikan atas asset yang anda beli kontrak CFD nya. Contoh: kalau anda membeli saham Apple Inc. berarti anda memiliki kepemilikan atas saham Apple Inc tsb, tidak demikian pada saat anda membeli CFD saham Apple Inc, anda hanya membeli kontrak saja tanpa hak kepemilikannya.

Kebanyakan broker memperdagangkan CFD dengan menggunakan system leverage. Berarti trader dapat membeli CFD tanpa harus membayar full, cukup prosentasi nya saja. Jadi sifatnya lebih seperti pada saat anda berdagang forex. Meskipun dalam perkembangannya, ada saja broker yang memperdagangkan CFD tanpa leverage, yang berarti trader harus membayar kontrak CFD yang dibelinya seharga harga asset yang menjadi acuan dari kontrak CFD tersebut pada dibeli.

Pergerakan harga kontrak CFD adalah searah dengan pergerakan harga asset yang menjadi acuan kontrak CFD yang bersangkutan. Dalam artian, bila harga asset yang menjadi acuan naik maka kontrak CFD nya pun akan mengikuti naik, demikian pula bila terjadi hal yang sebaliknya.

Salah satu broker CFD terbaik yang online adalah Etoro, broker yang satu ini menyediakan contra CFD untuk berbagai asset acuan spt saham, indeks, komoditas dsb. Untuk mencoba trading di Etoro bisa click link ke Etoro yang saya taruh di bagian sebelah bawah blog ini. (IHW)

Wednesday, January 17, 2018

Harga saham TINS terkerek naik



Harga saham TINS di bursa melesat cukup tinggi pada beberapa hari belakangan ini dan hart ini ditutup pada level Rp 960 per lembar. Penguatan saham pelat merah tersebut salah satunya karena imbas dari kenaikan harga timah dunia.


Seperti kita lihat dari chart diatas terlihat kenaikan harga berjangka timah di pasar dunia yang terlihat cukup signifikan dalam beberapa hari belakangan ini, mendorong melajunya harga TINS sampai ke levelnya di penutupan hari ini.

Selain pengaruh dari kenaikan harga timah, melesatnya harga saham TINS diprediksi juga karena perusahaan akan mengeluarkan laporan keuangannya di sekitar penghujung bulan January 2018 yang akan datang. Menurut beberapa sumber yang dapat dipercaya, dinyatakan bahwa TINS sudah mengeluarkan proyeksi pertumbuhan nya sebesar 2 x lipat. Ini tentu saja menggiurkan para investor yang sudah lama mengincar saham ini.

Selain itu juga dikabarkan bahwa TINS akan meningkatkan operasional tambang lepas pantai nya (offshore) pada tahun ini, kelihatannya fokus operasional TINS untuk sementara adalah di pertambangan lepas pantai nya tersebut.

Indikator MACD sudah memperlihatkan kondisi saham TINS dalam kondisi Bullish, meskipun harus berhati-hati karena indikator Stochastic memperlihatkan saham ini sudah dalam posisi overbought. Meskipun peluang untuk terus naik cenderung masih cukup besar. Hanya hati-hati terhadap koreksi minor yang wajar.

Target harga TINS berikut adalah di level Rp 1000 (IHW)


Tuesday, January 16, 2018

Harga emas melonjak akibat melemahnya USD



Harga emas melonjak sebagai akibat dari melemahnya nilai tukar USD terhadap mata uang lain hingga mencapai terendahnya dalam 3 tahun terakhir. Hal ini dikarenakan emas adalah asset alternative dari memegang uang kas.

USD semakin melemah beberapa hari belakangan ini karen banyak investor berassumsi bahwa Bank of Japan (bank sentral Jepang) dan ECB (bank sentral Eropa) akan menahan percepatan ekonomi mereka.

Sebagai tandingan dari tindakan Jepang dan Uni Eropa, banyak investor juga berekspetasi bahwa The Fed (sentral bank Amerika) akan menaikkan tingkat suku bunga nya di sekitar bulan Maret 2018 yang akan datang. Diharap dengan menaikkan suku bunga, The Fed dapat menahan kemerosotan nilai tukar USD. Karena uang segar akan kembali mengalir ke US karena memberikan penawaran tingkat imbal hasil investasi yang lebih menarik.

Bila dilihat dari sudut teknikal analisis, MACD memperlihatkan emas sedang dalam posisi "bullish", demikian pula dengan Stochastic, meskipun anda harus berhati2x karena berdasarkan indikator ke 2 ini harga emas sudah berada dalam area "overbought" sehingga ada kemungkinan akan terjadi koreksi minor dalam beberapa hari ke depan.

Target harga berikut adalah 1360, bila jatuh ke harga 1316 harga bisa turun ke 1300. (IHW)


Monday, January 15, 2018

Selasar tower II BEI roboh

Selasar tower II BEI (Bursa Efek Indonesia) roboh secara mendadak siang hari ini sekitar pukul 11:30 an, beberapa orang yang berada di bawahnya tidak sempat melarikan diri dan tertimpa selasar tersebut, tetapi sampai saat ini belum ada kabar ada korban yang meninggal dunia.

Sebagian besar karyawan dan investor di bursa efek berlarian ke luar pada saat kejadian. Halte bus di depan Bursa Efek yang berhadapan dengan gedung Pacific Place dipadati oleh karyawan yang bekerja di gedung Bursa Efek dan sekitarnya. Akibatnya jalan di depan Bursa Efek dan Pacific Place menjadi macet, sirine ambulan terdengar di mana-mana. Polisi dan petugas keamanan juga sudah terlihat tersebar di sekitar lokasi kejadian.

Dari pengakuan saksi mata di Bursa Efek, pada saat selasar itu ambruk terdengar suara bergemuruh yang cukup besar, sehingga beberapa dari mereka mengira itu adalah ledakan sebuah bom. Tetapi pihak kepolisian sudah mengkonfirmasikan bahwa bunyi bergemuruh itu berasal dari robohnya selasar bukan karena ledakan bom.

Perdagangan di lantai bursa pada siang hari ini tetap berlanjut seperti hari biasa. (IHW)

Friday, January 12, 2018

Bagaimana nasibmu MAPI?




Salah satu saham unggulan dari sektor retail yaitu MAPI, di awal tahun 2018 ini kembali menunjukkan potensi kenaikannya, di tengah-tengah kenaikan harga JKSE yang cukup signifikan.

Hari Jumat ini, harga MAPI ditutup menguat ke level 6625 dengan volume perdagangan yang cukup tinggi.

MAPI masih memiliki peluang untuk menguat dalam beberapa hari ke depan, hal itu dikonfirmasi dengan indikator MACD yang memperlihatkan MAPI akan memasuki wilayah "bullish" nya meskipun saat ini indikator stochastic terlihat sudah menembus wilayah overbought nya. Kondisi ini biasanya akan diikuti oleh koreksi sahap MAPI Sebelum kembali menguat ke atas.

Target price MAPI diperkirakan 7000. Bila MAPI berhasil menembus angka 7000 maka signal bullish akan terkonfirm dengan sendirinya.

(IHW)


Thursday, January 11, 2018

JKSE semakin joss!



JKSE (Jakarta Stock Exchange) Indeks semakin joss di bulan pertama 2018 ini, berdasarkan analisa teknikal diatas terlihat peluang bullish untuk JKSE masih cukup besar ditandai dengan timbulnya signal bullish reversal pada candlestick chart di tanggal 5/1/2018 yang baru lalu. Koreksi minor mungkin akan terjadi karena stochastic indikator sudah memasuki wilayah overbought nya.

Saham-saham yang menunjukkan peningkatan harga drastis pada penutupan hari Kamis ini adalah ENRG (34.04%) dan GDYE (24,57%), sedangkan sektor yang naik paling tinggi pada penutupan di hari Kamis ini adalah sektor pertambangan (16.06 point)

Target harga JKSE berikut adalah 6441

(IHW)

Wednesday, January 10, 2018

Ethereum terus melaju naik


Ethereum (ETH/USD) terus memperlihatkan kenaikan harga meskipun harga beberapa cryptocurrency lainnya seperti Bitcoin dan Ripple jatuh beberapa hari terakhir ini, disebabkan oleh pemerintah Korea yang sedang memeriksa beberapa lembaga keuangannya terkait dengan transaksi cryptocurrency dan China yang berniat untuk membatasi perdagangan cryptocurrency di negara itu.

Target price ETH/USD berikut adalah 1400

(IHW)

Tuesday, January 9, 2018

USD/JPY masih konsolidasi


Trend jangka pendek, mata uang USD/JPY terlihat masih dalam fase konsolidasi untuk beberapa saat, setelah sempat Yen menguat terhadap USD sebagai akibat dari keputusan Bank of Japan (BoJ) untuk memotong 5% dari harga pembelian obligasi pada operasi pasar, yang mengakibatkan para spekulan mata uang berspekulasi bahwa stimulus moneter akan melambat.

Trend untuk jangka menengah masih memperlihatkan kecenderungan untuk menguat (perhatikan garis trend yang ada). Indikator stochastic juga memperlihatkan masih terbukanya kemungkinan untuk terjadinya perbaikan harga.

Disarankan untuk beli USD/JPY pada level 113.23 dengan target harga terdekat di 114.75

Cut loss bila USD/JPY jatuh ke level di bawah 112.00

(IHW)


                                     


Sunday, January 7, 2018

Pasar Asia

                                          data: cnbc.com

Pasar Asia pada hari Senin (8/1/2018) dibuka dengan kenaikan yang cukup signifikan hampir di semua negara seperti yang dapat anda lihat pada tabel di atas. Termasuk diantaranya yang mengalami kenaikan pada pembukaan sesi 1 di hari ini adalah indeks di JSX (Jakarta Stock Exchange). Penguatan masih terlihat melanjut setelah pada hari Jumat (5/1/2018) kemarin rata-rata indeks di Asia ditutup dalam posisi menguat.

Angin segar untuk pasar Asia di awal tahun 2018 ini kelihatannya disebabkan oleh beberapa hal

1. Wall Street sebagai barometer pasar keuangan di dunia menunjukkan performance nya yang
    semakin membaik pada penghujung tahun 2017 yang lalu, dan banyak investor yang cukup
    optimis dengan perbaikan ekonomi di US pada periode sekarang.

2. IMF dan World Bank memprediksi 2 raksasa ekonomi di Asia (China dan Jepang) di tahun 2018
    perekonomiannya akan kembali menunjukkan pertumbuhan setelah tahun 2017  laju pereko-
    nominan mereka agak terhambat.

3. Untuk indonesia, pasar bereaksi positip pada awal tahun 2018 ini karena tingkat kepercayaan para
    investor terhadap pemerintahan presiden Joko Widodo sudah semakin membaik. Mereka melihat
    program perbaikan infrastruktur yang sangat penting dalam pembangunan ekonomi sudah mulai
    dapat dilihat hasilnya.

Apakah kenaikan pasar Asia akan melanjut?

Tunggu pengumuman corporate earnings di triwulan pertama tahun 2018, terutama corporate earnings beberapa perusahaan besar di US yang dijadwalkan akan mengumumkan earningnya pada minggu-minggu ini.

Bila corporate earning perusahaan-perusahaan tersebut sesuai dengan ekspetasi pasar, hal itu akan mendorong terus melajunya indeks Wall Street ke tingkat yang lebih tinggi lagi. Bila itu terjadi, tentu
akan berimbas positip pada pasar di seluruh dunia, termasuk pasar keuangan di Asia. Pasar modal di Indonesia juga tidak akan luput dari imbas positip tersebut, apalagi jika kondisi Indonesia tetap kondusif menjelang PILKADA yang akan datang. (IHW)








Saturday, January 6, 2018

Oil masih menarik



Harga minyak bumi masih cukup menarik untuk diperhatikan, trend ke depan masih memperlihatkan kecenderungan kuat untuk terus meningkat, meskipun sempat terkoreksi dalam range harga yang masih wajar.

Untuk beberapa hari ke depan ada kemungkinan harga akan naik kembali setelah beberapa saat mengalami konsolidasi minor.

Rekomendasi untuk ambil posisi beli bila harga bisa menembus harga $61.74 dengan target harga terdekat di level $62.17

Cut loss untuk jangka pendek bila harga jatuh kembali ke level dibawah $61.40
(IHW)

Friday, January 5, 2018

Apakah Cryptocurrency itu?

Apakah Cryptocurrency itu?

Cryptocurrency relatif baru di dalam dunia keuangan dewasa ini. Tetapi kehebohannya sudah membuat banyak orang tertarik kepada jenis currency baru ini.

Sebetulnya cryptocurrency adalah sejenis mata uang digital yang dimonitor dan di disentralisasi sehingga setidaknya sampai saat ini mash dapat digolongkan aman dalam penggunaannya. Penciptaan cryptocurrency ini sendiri dikendalikan oleh yang namanya kriptografi. Mengenai kriptografi sendiri akan dibicarakan pada kesempatan yang lain.

Perlu untuk diketahui bahwa cryptocurrency ini tidak dikeluarkan oleh sentral bank sebagaimana layaknya mata uang konvensional lainnya, sehingga nilai daripada cryptocurrency ini juga tidak terpengaruh oleh kebijakan-kebijakan yang dibuat oleh bank sentral di setiap negara, misalnya saja oleh The Fed (di USA), BOE (di UK), BI (di Indonesia), dsb.

Harga dari cryptocurrency adalah murni daripada penggunaan hukum ekonomi yaitu penawaran (supply) dan permintaan (demand). Cryptocurrency tidak mempengaruhi jumlah uang beredar (money supply) di pasar, sehingga tidak dipengaruhi oleh suku bunga yang berlaku (interest rate)

Cryptocurrency pertama yang diciptakan dan sampai saat ini paling popular adalan bitcoin, diciptakan pada sekitar tahun 2009. Dewasa ini di dunia cryptocurrency Sudan ada sekitar 800 jenis cryptocurrency yang menjadi saingan daripada bitcoin. Contoh yang ada misalnya: Ethereum, Ripple, Litecoin, dan masih banyak lagi jenisnya.

Saat ini cryptocurrencies sudah memiliki sekitar 25 lokasi perdagangan yang resmi (exchange) di seluruh dénia.

Sifat dari pada cryptocurrencies sebetulnya lebih mirip ke logam mulia. Dalam artian penambangannya dikendalikan dan jumlah penambangnya juga dibatasi. (IHW)