Setelah mengalami koreksi yang cutup dalam selama 2 - 3 minggu belakangan ini akibat imbas dari rontoknya bursa-bursa di Asia karena kekhawatiran investor dunia terhadap kemungkinan berlanjutnya "trade war" antara China dan US sebagai akibat dari penerapan kebijakan Trump terkait tariff terhadap barang-barang dari China. Hari-hari di minggu ini terlihat ada kemungkinan IHSG untuk "berbalik arah", setelah penurunan yang dialami sudah mencapai titik terendahnya.
Bila ditinjau dari indikator MACD IHSG masih berada dalam teritory bearish tetapi dari indikator RSI terlihat kondisi dari IHSG sudah cucu "murah" sehingga tinggal mengharap adanya berita baik untuk indeks dapat bergerak naik kembali.
Bila indeks bisa menembus resistance (R1) nya di level 6302.78 maka besar kemungkinan indeks akan melaju untuk menembus resistance berikutnya (R2) di seputar level 6370.27 dan R3 nya di level 6437.75, tetapi bilamana sebaliknya yang terjadi maka IHSG dapat jatuh menembus garis support (S1) nya di level 6206.70.
Kemungkinan IHSG untuk rebound terlihat cukup besar mengingat banyak saham-saham unggulan di bursa dari berbagai sektor yang valuasinya sudah cukup murah akibat koreksi tajam beberapa minggu belakangan ini. (IHW)






















